Sabtu, 10 Januari 2015

Kabupaten Merauke

SITI CHAIRINISA AKADEMI BAHASA ASING St. PIGNATELLI SMT I WELCOME TO MERAUKE LAMBANG DAN PEDOMAN MERAUKE Motto : Izakod Bekai Izakod Kai Arti : Satu Hati Satu Tujuan MERAUKE Merauke adalah sebuah distrik yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Merauke, Papua, Indonesia. Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Merauke. Kabupaten ini adalah kabupaten terluas sekaligus paling timur di Indonesia. Di kabupaten ini terdapat suku Marind Anim. SEKILAS TENTANG SUKU MARIND Tidak banyak orang luar Merauke ataupun di Indonesia sendiri tahu tentang keberadaan mereka, publikasi dan kisah tentang mereka tentu sangat sedikit jika dibandingkan oleh suku-suku lain yang ada di Indonesia. Sumpah deh, pertama kali datang ke sini saya juga nggak pernah tahu bahwa suku Marind itu exist di dunia. Well, I know now and now, you do too! Di Merauke sendiri, ada banyak sekali suku, dua dari banyak suku tersebut ada yang namanya Suku Marind dan Malind. Nah, banyak orang yang mengetahui kedua suku ini kadang sering salah kaprah dan cenderung menyamakan kedua suku ini. “Marind Malind itu bukan,” kata salah satu tetua suku Marind. Buti, Samkai-Merauke. Yep, Suku Marind dan Malind itu berbeda. Bedanya dimana? Bukan hanya konsonan L dan R loh. Well, menurut penjelasan para Suku Marind yang super kompak dan rebutan pengen jawab pertanyaan saya ini, katanya Suku Marind itu adalah hasil dari kawin campur yang dilakukan oleh orang-orang dari Suku Malind. Salah satu tetua Suku Marind Jadi, kalo asli bapaknya itu Malind, trus bapaknya kawin campur sama orang di luar suku Malind, anaknya jadi suku Marind, anak-anaknya akan terus menjadi Suku Marind, makanya agak sedikit susah untuk mencari suku Malind sekarang karena sudah banyak suku Malind yang kawin campur dengan orang di luar suku mereka. Wanita Suku Marind Untuk Suku Marind sendiri banyak banget jenisnya. Ada Marind Bob, Marori, Kanum, Yeinan serta Marind Dek dan Pantai. Kebetulan Suku Marind yang saya observasi adalah Suku Marind Pantai. Kata si Bapak, Marind ini banyak banget dan tersebar di seluruh Papua sampai ke wilayah Tanah Merah di Boven Digul. TUGU SABANG MERAUKE Tugu Sabang-Merauke merupakan tugu yang menandakan wilayah ini merupakan wilayah paling Timur Indonesia. Tugu ini memiliki kembaran di Sabang, Provinsi Aceh yang merupakan wilayah paling Barat di Indonesia. Tugu tersebut menjadi salah satu obyek wisata di Merauke. Banyak warga lokal yang turut memenuhi tugu ini di saat liburan. Tugu Pepera dan Tugu LB Moerdani Tugu L.B Moedarni Tugu Pepera Salah tugu lain yang terkenal di Merauke adalah Tutu Pepera. Tugu ini dibangun untuk memperingati bersatunya wilayah Irian Barat (Papua) ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, ada pula Tugu L.B Moerdani yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Merauke untuk mengenang Mayor L.B Moerdani yang gugur ketika akan merebut Irian Barat dari Pemerintah Hindia Belanda. Pantai Lampu Satu Alam Papua tidak hanya dikenali dengan hutannya yang masih perawan. Pantai menjadi pilihan lain ketika travelers ingin menikmati Papua. Merauke juga memiliki pantai yang dikenal indah. Pantai Lampu Satu merupakan pantai yang jaraknya sekira 4 kilometer dari pusat kota Merauke. Kamu bisa menikmati indahnya mercusuar yang tegak berdiri menghadap laut. Pemandangan di mercusuar akan semakin indah ketika suasana menjelang matahari terbenam. Selain itu, adapula Pantai Natsai yang biasa disebut dengan pantai mati. Tidak ada populasi maupun aktivitas di pantai ini. Padahal Pantai Natsai memiliki potensi wisata besar karena dipenuhi dengan keindahan yang luar biasa. TAMAN NASIONAL WASUR Mengunjungi Taman Nasional Wasur disarankan pada bulan September. Traveler akan mendapatkan pemandangan menakjubkan, karena peralihan musim kering dan basah. Pada saat ini burung-burung air datang untuk mencari makan. Danau Rawa Biru pun mulai mengeluarkan bunga unik di sekitar wilayahnya. Ketika Oktober November, rawa akan menjadi lebih kering. Saat itu binatang mulai mencari sumber air dan Danau Rawa Biru menjadi “Tanah Air” karena diramaikan satwa yang haus mencari air. Untuk mencapai Taman Nasional Wasur, dari Jayapura travelers bisa menggunakan pesawat yang melayani rute ke Merauke. Penerbangan ini memakan waktu 1,5 jam dan ketika di Merauke, kamu harus melanjutkan perjalanan menggunakan mobil atau motor untuk sampai ke lokasi. Perjalanan darat bisa menggunakan jalur trans –Irian (Jayapura-Merauke) selama 30 hingga 60 menit. Karena tidak ada transportasi umum, kamu dapat menyewa mobil dengan dengan tarif antara Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per jam. Sementara untuk memasuki Taman Nasional Wasur, travelers harus melapor ke penjaga dan membayar tiket Rp2000 per orang

2 komentar: